Wednesday, April 26, 2017

Tawa

Tawa,
Sesungguhnya mengerikan

Tawa,
Kamu tahu dan aku tidak. Bahwa tawa telah membawa seseorang pada kebahagiaan semu. Semuanya tidak ada artinya. Hanya palsu. Sekali lagi semuanya menjadi debu.

Tawa,
Aku tidak paham lagi. Katanya kamu senang tertawa, tapi mengapa tawamu membawa sembilah kayu? Mengapa tawamu seakan membisukanku? Atau kamu memang hanya ingin membunuhku? Sekali lagi aku tertipu.

Tawa,
Katamu tawa lambang kebahagiaan. Katamu tawa membawaku terbang ke awan. Katamu tawa akan selalu mewarnai jalan. Kamu ini bermimpi atau apa? Aku mengerti apa itu mimpi, iya mimpi, hanya ada ketika tertidur saja kan? Lalu mengapa kamu seakan mengatakan bahwa garam itu manis? Kamu tahu, bahwa aku hampir percaya. Sekali lagi aku kecewa.

Tawa,
Sekali lagi aku harus bertanya. Kenapa aku menyalahkan tawa? Aku tanyakan lagi padamu, mengapa? Kamu tahu bahwa tawa membuatku harus mengucap maaf padamu. Bahwa tawa yang kau bawa mungkin memang mengandung debu, yg menempel pada setiap atom di tubuhku. Bahwa yang kau eratkan terlalu dalam. Ini tak bisa lepas, kau tahu? Sekali lagi aku menyesal.

Tawa,
Terima kasih untuk segalanya. Tawamu sesungguhnya berarti. Sekali lagi aku jujur.

No comments:

Post a Comment