***
Mimpi,
Ketika bertemu denganmu dihantarkan oleh debu angin yang mengacak arah, sejenak aku sudah bahagia.
Mimpi,
Sesekali arah membawa kita bertemu lagi, walau tali waktu yang tak suka menyudahkan itu. Aku tetap senang.
Mimpi,
Mungkin ini yang terakhir bahwa aku benar-benar sedang tertidur, menikmati rintik hujan dan manisan bersama. Hingga angin malam menggantikan suasana itu, tapi kali ini tali waktu tak terasa mengikat.
Mimpi,
Sepanjang waktu mengulurnya bersama, menghabiskan sisa yang ada. Bahkan hanya waktu istirahat yang memisahkan. Aku yakin bahwa itu tidak nyata.
Mimpi,
Dan aku terbangun. Itu memang hanya mimpi. Ketika itu semua hilang, semua senyap.
Seketika.
Karena kita memang pernah sedekat itu, sebelum sejauh bintang atau mungkin melebihinya.
Di dalam mimpiku.
No comments:
Post a Comment