Maka sejak kata itu terucap aku telah membisu
Dihembus angin bersama debu
Bagai rusa berlari tak menentu
Dan di sini lah akhir ceritaku....
Aku tak pernah membayangkan bertemu seseorang yang berhasil membuatku putus asa, berhasil membuatku tidak bisa bergerak di peredaran, seperti aku tertahan. Dimana dia berada, dimana dia bernafas, dimana raganya ada.
"Jangan lupa bahagia, ya."
Dia bagai dewa, yang kata-katanya telah mengontemplasi pikiranku.
Seperti habis sudah, sekali bersabda aku jadi sungguh bahagia.
Hingga kini ku berpikir, apa yang ku tulis?
No comments:
Post a Comment