Hai bulan Januari! Buat aku, kamu adalah garis start, iya, garis untuk memulai hari yang menyedihkan:(
Sekarang udah Januari guys, itu artinya kurang dari 5 bulan aku bakal segera meninggalkan masa menyenangkan yaitu masa SMA-ku :(
Sedih? BANGET!
Aku masih inget banget waktu aku pertama kali masuk, waktu MOS. Waktu itu aku telat, aku datang lewat pintu timur. Dah diomelin tu sama yang jaga pager. Horor bet dah. Aku telat gegara bangun jam 6 pagi padahal maximal dah harus sampe jam setengah 7. Aku sampe dianterin mama sama bapak. Dan tu jiwa balap si bapak keluar. Terabas sana-sini tiada ampon, sementara aku nangis dan mamaku nyuapin aku sarapan. Aku ga mandi. Dah macam anak TK mau masuk sekolah aja deh bentukanku. Mana sampe sana tugas MOS ku belum selesai, makin menjadi-jadilah aku.
Ternyata sampe sekolah banyak juga temenku yang telat, tapi alasan telat paling memalukan memang aku. Salah satu temanku yang telat, Putrika, rumahnya juaoh buambang Jakal KM 17. Terpaksa putar balik karena sabuknya ketinggalan, dia jauh lebih telat daripada aku. Mungkin nasib yang sama karena telat MOS itu membuat kita berteman akrab *cuih* sampe duduk sebangku terus selama 3 taun, eaa...
Di minggu-minggu awal sekolah sudah banyak kegiatan yang aku tempuh. Banyak keluhan yang aku ucapkan. Aku marah-marah, kenapa SMA begitu menyebalkan dan melelahkan. Nilaiku jelek-jelek karena pelajarannya susah dan kegiatanku banyak.
Tapi tetap tidak sebanyak teman-temanku sih. Di sekolahku terkenal dengan eventnya, di bulan pertama sekolah sudah ada wawancara kepanitiaan. Aku berusaha membaur dengan anggota di sekolah itu, jadi aku daftar juga.
Begitu menyedihkannya aku, nampaknya cuma aku yang ga keterima dalam kepanitiaan. Makin merasa edan lah aku. Merasa dikucilkan. Temanku ada yang menenangkan ada juga yang mencibir. Kata-kata bureng bertebaran di sekitarku, walau ada beberapa temanku yang lain yang juga tidak bergabung dalam kepanitiaan itu tapi tetap saja praktis dalam kelasku hanya aku saja yang tidak.
Aku berusaha semampunya menutupi hal itu dengan membantu temanku yang panitia, ke sana kemari memberi dukungan mental dan tenaga walau juga masih saja ada yang tidak suka. Tapi aku tak mau berakhir menyedihkan di SMA. Sampe singkat cerita aku tau bahwa aku ga keterima karena namaku ketlingsut. Jos.
Oya! Di semester dua kelas 10, aku bergabung dalam pentas besar theater sekolahku. Itu event yang cukup bergengsi di antara sekolah menengah Jogja. Tapi ternyata untuk menebus 'keburenganku' di semester satu tidak semudah yang aku kira. Aku harus latihan siang sampai malam untuk dapat menjadi pemain yang diharapkan di pentas itu. Namun pepatah ada usaha ada hasil yang baik itu memang benar adanya. Itu menghantarkanku pada salah satu bakat terpendamku, dan aku menyukainya.
Menginjak kelas dua, pertemananku menaik drastis. Aku punya banyak teman dari banyak kelas, aku semakin sayang dengan sekolah ini walau pelajarannya tak pernah menyayangiku. Nilaiku ya gitu-gitu saja. Mengerikan adalah kalimat yang pas untuk mendeskripsikannya.
Perlahan tapi pasti aku meninggalkan kegiatan berat di kelas 10 dan menggantinya dengan kegiatan yang jauh lebih berat dan menuntut pertanggung jawabanku. Beberapa kali aku sempat ditunjuk menjadi salah satu koordinator dan pernah sekali menjadi pengurus harian untuk sebuah event intern. Itu sangat tidak mudah mengingat kelas 10 ku hanya ditempuh dengan menjadi pemain hiburan di sebuah pentas besar.
Tapi aku tetap berusaha semangat dan menjalankannya.
Dekor. Ya itu kemampuanku, selama setahun di kelas 11 aku meniti karier selain pelajar juga jadi koor dan anggota dekor. Dekor sana-sini, berkali-kali mengangkut barang-barang berat dan lain-lain. Tapi itu sungguh hal yang menyenangkan di kala aku tidaklah sendiri, banyak orang yang membantuku. Pernah juga sesekali jadi bagian dokumentasi, itu juga sangat asyik. Ketika kita bisa melihat inti acara dari sangat dekat.
Kegiatan-kegiatan itu yang membuatku dekat tidak hanya dengan teman seangkatan tapi juga dengan kakak dan adik kelas. Aku semakin punya banyak teman, semakin mengetahui tipikal orang dan bisa berbagi cerita dengan orang-orang tersebut.
Untuk masalah percintaan. Bisa dibilang aku menyukai topik ini. Aku semakin banyak mengetahui karakter lawanku dan mengetahui tipikal mereka. Walau harus ku akui sampai detik-detik akhir SMA aku tidak punya pacar, tapi aku tetap senang karena telah banyak mengambil hikmah dari sebuah akhir yang aku alami. Lagipula aku percaya, bukan di sini aku akan menemukan dia *baper
Dan sampailah aku pada kisah kelas tiga ku. YUHU!
Aku sangat sangat sangat sangat mencintai kalian semuaaaaa!!!!!!!!
Except pelajaran:")) Maaf ya tiga tahun ini hubungan kita tak pernah kunjung membaik.
Terkadang aku selalu berpikir, bagaimana nanti jika kita dewasa ya. Aku sudah melihat bapak dan mamaku sekarang lucu banget kalo ketemu teman-teman SMA. Apalagi kalo kebetulan teman SMA-nya itu jadi orang sukses dan terkenal, kan aku jadi kecipratan numpang eksis.
Dan aku yakin buanget pasti teman-temanku atau mungkin aku ada yang menjadi orang sukses. Pasti. Aku juga selalu menantikan masa ketika nanti angka angkatanku tertempel di baliho untuk acara reunian. Pasti mengasyikkaan.
Tapi,
Perpisahan, wisudaan, dan pesta kelulusan akan menjadi separuh kebahagiaan dan sisanya perpisahan, kan?
Seakan title alumni sudah memburuku dikala aku masih ingin menghabiskan waktu dengan teman-teman baruku di SMA karena 3 tahun bukanlah waktu yang lama untuk dihabiskan bersama kaliyan:"))
#sekiyan
No comments:
Post a Comment