I'm still your secret admirer when i wrote this post
Hai Acha. Apa kabar ?
Masih seperti awan kah kamu? Masih seperti yang aku sukakah dirimu?
Aku pikir masih. Tidak ada yang berubah darimu sejauh aku memandang jalanmu dari jalanku.
Masih seperti awan kah kamu? Masih seperti yang aku sukakah dirimu?
Aku pikir masih. Tidak ada yang berubah darimu sejauh aku memandang jalanmu dari jalanku.
Maaf jadi banyak pertanyaan begini. Maaf karena bumi yang berputar terus merubah setiap senti detil manusia, sehingga kupikir jalan kita juga semakin bergeser jauh mengingat aku adalah pengagum rahasiamu. Jadi banyak sekali pertanyaan yang tertanam di otakku sekarang.
Acha
Sekarang di hadapanku terbentang rumput hijau dan pohon-pohon yang tertiup angin. Hari biasa yang aku lakoni membuatku jarang menikmati kondisi ini namun sekarang aku sedang memperhatikan dan menikmatinya. Itu membuatku mengenang akan dirimu.
Sekarang di hadapanku terbentang rumput hijau dan pohon-pohon yang tertiup angin. Hari biasa yang aku lakoni membuatku jarang menikmati kondisi ini namun sekarang aku sedang memperhatikan dan menikmatinya. Itu membuatku mengenang akan dirimu.
Yang sebelumnya aku lupa.
Yang sebelumnya tersimpan di pinggiran hati dan tergeletak lusuh. Jadi di saat ini akan kubersihkan dirimu. Kemudian aku melihat-lihat lagi segalanya. Semuanya. Yang pernah dilakoni. Yang pernah kau lakoni setiap detiknya ketika dihadapanku. Semuanya.
Yang sebelumnya tersimpan di pinggiran hati dan tergeletak lusuh. Jadi di saat ini akan kubersihkan dirimu. Kemudian aku melihat-lihat lagi segalanya. Semuanya. Yang pernah dilakoni. Yang pernah kau lakoni setiap detiknya ketika dihadapanku. Semuanya.
Sekarang semua sudah berubah. Tapi aku tidak akan pernah mengatakan semuanya sia-sia. Aku tidak pernah menyesal akan apapun itu berhubungan dengan dirimu. Justru aku akan berterima kasih akan semuanya. Terima kasih pernah menjadi warna terindah dari ribuan warna di kehidupanku.
Aku pikir sekarang lah waktunya. Untuk mengucapkan selamat tinggal. Untuk mengatakan bahwa mungkin ini terkahir aku menulis surat untukmu. Kamu tidak akan pernah sesungguhnya pergi karena aku mengenalmu.
Tak kenal maka tak sayang
Sehingga aku masih menyayangimu bagaimana seharusnya yang ada sekarang.
Tak kenal maka tak sayang
Sehingga aku masih menyayangimu bagaimana seharusnya yang ada sekarang.
No comments:
Post a Comment