Ketika semuanya berawal di sini.
Inilah ceritaku.
Inilah ceritaku.
Kalian pernah gak sih lihat keset depan toko-toko dengan tulisan welcome? Semua pasti pernah lihat. Tapi pernah gak sih terlintas apa gunanya tulisan welcome padahal keset intinya hanya untuk menghilangkan kotoran alas kaki pengunjung. Untuk apa sang pembuat repot membuat tulisan welcome?
Mari aku ceritakan awalnya.
Mari aku ceritakan awalnya.
Hai teman-teman, namaku keset. Agak aneh mungkin ya, zaman sekarang kan gak ngehits banget nama keset, mungkin aku harus ganti nama suatu saat nanti.
Aku diciptakan oleh penciptaku, kala itu aku tak tahu siapa yang menciptakan aku. Yang aku tahu penciptaku adalah orang yang sangat baik, Ia telah mempercayakan padaku untuk berbuat baik pada orang banyak sehingga jadilah aku sekarang.
Tak berselang lama setelah diciptakan, aku dijajakan oleh pedagang dan aku menunggu orang yang akan datang menjemputku ke rumah. Singkat cerita, datanglah orang itu. Ia membeliku dengan mahal, itu membuatku senang, bearti orang itu benar menyayangiku. Aku yakin akan merasa aman dengannya.
Di rumah aku diletakkan di depan rumahnya, aku merasa bangga sekali, aku berpikir pasti ia ingin siapapun yang datang untuk melihat diriku, layaknya aku adalah sambutan ditambah lagi karena ditubuhku tertulis selamat datang dalam bahasa Inggris.
Kemudian dari hari ke hari banyak orang datang ke rumah, pada awalnya semua sangat menyenangkan, semua memujiku karena katanya aku cantik. Tapi lama-lama aku merasa sakit. Semua pijakan mereka membuat tubuhku yang berukuran tidak lebih besar dari daun pisang coreng moreng.
Lama kelamaan pun aku jadi tak cantik lagi, tapi semua orang tetap menyukaiku karena katanya aku bermanfaat.
Walau begitu aku tetap bahagia tak begitu sering aku menghitung berapa kali aku sakit karena setiap kesakitan yang kurasa selalu ada senyum mereka yang mengembang itu selalu membuatku merasa cukup.
Sekiyan
No comments:
Post a Comment