Monday, January 19, 2015

Lagi-Lagi Terima Kasih

Terima kasih.

Pernah merasa ingin bicara tapi terbungkam berlapis daun sirih
Merasa ingin melontar tapi terbalut duri perih
Serasa terkanak tapi angin telah membalut kasih

Dunia pernah berkata tenang dan damai bahwa ia kan selalu ada tuk kita, ia telah menyampaikannya dengan caranya dan sukanya terhadap kita, dengan beribu kasih yang tak berkata tapi penuh perbuatan.

Sungai terus mengalir membawa berkah ceria walau terkadang ada duka yang tersampir, segala yang ingin ia katakan adalah sayangnya terhadap kita.

Hutan selalu bungkam terhadap perih, sakit, dan derita yang kita perbuat. Tak terhitung yang kita berikan padanya selalu menunjukkan jauh dibawah nol sementara yang ia berikan melampaui batas dunia.

Kamu tidak pernah bungkam akan komentar dunia, tidak pernah sakit akan cercaan samudra, sehingga kegemaranmu adalah melukis huruf ke-21 pada wajahmu.
Seringai pahit yang kau tunjukkan menunjukkan jenaka yang tiada tara, gejolak tawa selalu ingin terlontar, kemudian sedihku akan tersampir dalam benak suatu tempat yang tak akan pernah ditemukan siapapun.

Terima kasih.

No comments:

Post a Comment