Hari ini aku mau sharing pengalaman aku disamping karena sekarang aku lagi bete maksimal sehingga aku akan mencurahkannya pada curhat konyol yang semoga bermanfaat bagi kalian, ya!
Jadi selama tahun 2017 ini aku sudah melakukan travelling sebanyak dua kali ke dua negara di Asia. Yang satu tidak backpacker yang satunya lagi benar-benar full backpacker. Mulai dari pesawat yang no baggage sampai kemana-mana mengandalkan kaki. Kalau dihitung-hitung sehari bisa jalan kaki lebih dari 11 KM. Gempor? Parah -_-
Dari dua travelling yang aku jalani sebenarnya ada plus minus karena yang tidak backpacker adalah musim dingin sehingga walau ada bagasi sekalipun, kasus over masih sering terjadi. Sementara yang backpacker adalah musim summer yang kering kerontang panasnya mau nyaingi Jakarta. Pulang-pulang udah hitam dari yang awalnya sudah hitam dan sekarang belum balik lagi warna kulitnya gimana eh (lha curcol)
Ok balik lagi,
Di curhat traveller konyol ini aku akan lebih banyak curhat tentang masalah bawaan yang sering menjadi pikiran para traveller apalagi yang low budget (ya kayak saya juga sih). Siapa yang mau coba dikenain charge 500 rb, niatnya beli barang mura mura di luar malah jadi tekor daripada beli di Indonesia.
Jadi ini beberapa tips dari saya:
1. Sesuaikan musim negara yang akan kalian datangi. Biasanya yang complicated itu kalo negaranya punya 4 musim. Musim yang agak merepotkan mungkin adalah winter jelas jaket tebal dan rangkaian daleman yang banyak harus dikenakan kalau ga mau badan merah-biru-lama lama ungu. Cerita sedikit dulu sewaktu keluar bandara, saking tidak taunya. Aku keluar tanpa mengenakan sarung tangan. Aku sok strong aja, padahal teman-teman lain udah langsung ngeluarin sarung tangan semua. Karena aku niatnya ingin foto-foto, sementara kalau pake sarung tangan susah pegang kamera, jadi tak ampet aja dinginnya. Lha lama-lama ungu coba tangannya, terus kaku dan give up -_- Jadi benar-benar jangan sepelekan baju hangat, guys. Sebelum berangkat, cek juga di Accuweather tentang suhunya, tapi keakuratannya menurut ku tidak sampai 70% dan aku mengalaminya kadang bisa lebih parah atau sebaliknya.
Tipsnya, karena segala kemungkinan bisa saja terjadi, jadi tetap bawa baju hangat yang lengkap. Mulai dari jaket tebal, long john, sarung tangan, dll. Bawalah cadangan peralatan hangat yang mungkin akan kotor saja mungkin seperti long john dan kaos kaki. Biasanya kalo seperti jaket tebal akan jarang kotor, jadi bawa satu saja. Itu akan meringankan bawaan, karena jaket berat -_- Kemudian jika memang ingin tetap stylish dengan jaket gonta ganti, saran saya tuker-tukeran saja dengan partner traveller anda dan juga trick foto anda biar tidak ketahuan, wkwkwk. Di sana besok rasa-rasanya untuk mengeluarkan satu titik keringat saja susah sekali :(
Kemudian untuk summer yang butuh baju banyak. So pasti jika summer kalian akan mandi keringat bagai air bah. Burket akan jadi hal biasa. Maka baju banyak sangat dibutuhkan. Mungkin sehari butuh lebih dari 2 baju. Maka bawalah baju-baju yang benar-benar ringan. Kemudian akumulasi lama hari anda pergi. Misal 5 hari, 4 malam. Maka cukup untuk membawa 5 pasang baju dan 2 celana kecuali kalian tidak berniat untuk beli apapun di sana, bawa lebih diperbolehkan dan yang suka beli-beli bisa tuh beli baju di sana terus langsung dipake. Huehehe. Sah kok :p
2. Tidak disarankan untuk menyuci menggunakan laundry hostel. Kan biasanya traveller nginep di hostel dan ada laundry mandirinya. Hm, itu laundrynya kadang-kadang nyebai atau aku yang katro. Jadi cara kerja laundry itu ada dua mesin. Yang buat nyuci sama buat ngeringin. Nah aku cuma pake ngeringin aja karena nyucinya manual aja di kamar mandi pake sabun hostel WAHAHA :') Terus masukin koin ke tempat pengeringan dan nanti alatnya bisa kerja. Ghoib emang, laundry apa timezone gitu. Eh tapi masa ga kering -_- sampe dua kali masukin koin juga keringnya belom gimana gitu lho. Masih basah netes netes kan kzl. So saran ku jangan coba-coba kalau belum tau banget cara kerja doi, ok. Kalo ga kering malah repot sendiri. Baju basah itu berate, rek.
3. Gausah bawa hal yang ga penting penting banget garis keras. Aku pribadi sudah menganggap mau backpackeran itu seperti mau naik gunung ((padahal BELOM PERNAH naik gunung)). Jadi barang yang aku bawa itu seputar untuk bertahan hidup saja plus kamera, wkwkwk. Bahkan chargeran buat 3 device (sama partnerku juga) itu dirangkap cuma bawa 1 saja. Resikonya ya bangun pagi, ngecas ganti-ganti an, lebay sih ini :') Tapi kelebay an ku berhasil membuat koperku menjadi 9 kg saja ketika pulang lol banget, padahal ini yang musim dingin dan aku pakai pesawat full service. Ah rugi kalo ini:') Sementara waktu berangkat hanya 4 kg wkwkwk.
4. Memakan waktu lebih dari 5 jam di pesawat itu bikin dehidrasi banget. Kalian butuh air putih, sungguh. Tapi kan kalo pake pesawat low cost carrier, mungkin kalian harus mengeluarkan kocek hanya untuk air putih. Maka saranku adalah membawa botol kosong ringan, kemudian setelah cek in imigrasi dan lala lala nya itu segera cari tempat minum isi ulang atau tap water. Hampir semua bandara sekarang sudah ada kok dan minummu itu boleh dibawa masuk ke pesawat karena sudah tidak ada pengecekan lagi setelah di ruang tunggu. Huehehe.
5. Bawa pelindung dari hujan juga penting guys! Tapi ketahuilah payung itu berat -_- padahal belum tentu hujan juga. Saran ku bawalah jas ujan 5ewunan itu lhoo yang ringan dan sekali pakai jadi bisa langsung buang dan juga praktis.
5. Bawa pelindung dari hujan juga penting guys! Tapi ketahuilah payung itu berat -_- padahal belum tentu hujan juga. Saran ku bawalah jas ujan 5ewunan itu lhoo yang ringan dan sekali pakai jadi bisa langsung buang dan juga praktis.
6. Hindari beli oleh-oleh berlebihan. Ini penting sih, jujur saja kalo kalian sedang backpackeran jadi tidak bisa bawa oleh-oleh karena tidak ada tempat membawanya. Mereka pasti akan mengerti.
7. Maksimalkan jumlah tas anda. Untuk kalian yang no baggage dan cabin only, bawa tas dua. Satu ransel dan satu koper (ukuran 56 x 23 x 36 cm). Keduanya hanya boleh seberat 7 kg saja. Tapi ternyata aku kaget banget yang ditimbang hanya koper saja. Huahahaha :)) Jadi saran ku maksimalkan barang di ransel juga ketika penimbangan karena kalo koper nya overweight kena lo mbayar :( Kemaren waktu backpacker, aku dan partner bawa 2 koper dan 2 ransel, tapi 1 koper kosong. Koper yang ada isinya 5 kg. Kemudian ketika pulang, dua koper sudah 14 kg (7-7). Astaga wkwkwk pas banget deh sampe deg-deg an waktu penimbangan. 14 kg itu belum termasuk ransel kita lo ya, karena ga ikut ditimbang.
8. Sebelum meninggalkan hostel, coba pinjam timbangan tangan sama resepsionisnya. Biasanya mereka punya karena memahami customernya, wkwkwkwk. Terus dicek, kalo keberatan ya dipindah pindah sampai pas. Kadang-kadang packing itu juga ada seninya :')
Tips LOL, tidak terlalu disarankan:
1. Mungkin ada kalian yang berpikir ini terlalu ribet dan tidak leluasa. Hm, saran ku cobalah sharing cost dengan partner anda untuk beli satu bagasi ketika pulang. Satu bagasi itu 30 kg. Mungkin baginya bisa sesuai kebutuhan beratnya. Lumayan juga beli bagasi jadi bisa bawa LAG, huehehehe.
2. Mungkin tips LOL nomor 1 agak malesi bagi kalian yang otak hemat luar biasa (kayak saya). Hitungannya ya 30 kg = ± 500k. 1 kg = ± 17k. Padahal tidak mungkin juga kalian sharing tapi cuma 1 kg -_- Jadi tipsnya, keluar kan lah barang berat kalian di koper dan taruh di tempat terpisah dari ransel maupun koper (ransel juga kalo keliatan berat banget ketangkep soalnya, jadi cerdik-cerdik juga sih) terus coba ditaruh dimana gitu yang agak jauh dari tempat check in atau mungkin bisa titip sama teman yang beda nomor booking pesawat. Ini juga cara bisa mulus kelakon, guys. Karena aku kemaren gitu, wehehehe. Tapi setelah itu dimasukin koper lagi atau ransel ya, karena sebelum masuk pesawat, petugas petugas akan lihat jumlah bawaan kalian dua atau lebih -_- Ya kemaren aku ga masukin lagi jadi kena semprot.
Ya itu sih tips tips ga mutu ku :( Semoga berguna, ga berguna juga gapapa. Hitung hitung ini dalam rangka melimpahkan kebetean dan rinduku akan menulis random. Hehehe. Maapkan jika ada yang beda opini, karena ini based on my true story plus kebiasaan hayati kalo kemana mana bawanya emang sukanya dikit sampe diomelin emak jorok blablabla. Yasudah sekiyan~
P.s. Oiya saya rencananya mau travelling lagi untuk mencari salju kedua kalinya :3 entah Januari 2018 atau Januari 2019. Saya belum tahu juga destinasinya, masih bimbang gulana. Rasa-rasanya ingin kembali ke Korea atau menyambangi Paman Sam atau mungkin negeri kincir angin dan sekitarnya. Mungkin jika ada yang mau menemani saya atau sudah punya plan ditanggal segitu dan butuh sharing cost (hiks) yuk kita jelajah bersama! Bisa komen atau chat aing yang kenal ai hehehe
No comments:
Post a Comment