November 2014, langit tetap memproduksi berliter cat biru ketika siang dan tak pernah menodainya dengan cat abu-abu. Bak malaikat siang hari, awan tetap bertekad penuh mengibarkan jubah putihnya dengan nuansa sendu namun indah, sang malaikat terus menjaga ketetapan langit.
November 2014, seorang anak kecil berlari kecil menuju pelukan sang ibu. Dengan mata berbinar ia mengatakan "Banyak malaikat bu." dengan wajah riangnya sembari menggenggam gulungan gula bertangkai. Sang ibu hanya tersenyum "Sang malaikat memang selalu menjaga indahnya pagi ini terus hingga senja datang menuju singgasananya, nak."
November 2014, "Anggap kita tidak pernah bertemu sebelumnya." begitu kata-kata yang keluar dari bibir kecil seorang gadis cantik dengan perawakan yang anggun. Seketika itu pula banyak racauan yang datang dari pikiran dan perasaan gadis tersebut hingga entah kapan. Tapi malaikat tetap tersenyum dan terus membayang-bayangi setiap langkah kecil gadis cantik tersebut.
November 2014, lagi-lagi seorang gadis yang sedang duduk seperti menepi sepi yang ia dera. Matanya lalang entah kemana, tatapannya layak disebut penembus bayangan. Tapi tak jelas pekat apa yang ia perhatikan jikalau tak ada yang bertanya padanya. Ternyata sesosok, entahlah apa itu kelihatannya sesuatu yang ia sukai. Sekali lagi malaikat pun juga tak tahu, ia hanya menaungi si gadis dengan jubah putihnya.
November 2014, kali ini sedikit berbeda dengan yang lain. Ada seorang ibu tua renta yang duduk terkesan seperti bersimpuh bertikarkan ribuan permata dunia berwarna kecoklatan yang tertiup-tiup deru kendaraan yang lewat. Apa yang ia lakukan terkesan seperti menunggu apapun yang terjadi padanya sembari mengais apapun yang ada dihadapannya yang mungkin untuk secuil nasi? Entahlah, namun lagi-lagi sang malaikat beperan lagi, ia meneduhkan sang ibu, mungkin hatinya juga.
November 2014, terima kasih banyak Acha. Semoga kau bahagia dientah tahun keberapamu, ini adalah beberapa penggalan cerita sebagai kado. Mungkin tak layak disebut kado, tapi ya sudahlah terima kasih dan maaf terlambat.
Yogyakarta, 9 November 2014

No comments:
Post a Comment