Kamu pasti mengenalku.
Ya, memang. Kamu lah satu-satunya orang yang paling mengenalku, akan setiap senti dari diriku, ya setelah mamaku tentu saja.
Tapi itu semua berbeda, ketika pinang dibelah dua pun mereka tahu, mereka tak akan selalu bersama dan memiliki orang terdekat yang sama pula. Dan ketika itu aku memilihmu, ya kamu. Wahai teman terbaikku.
Teman terbaik.
Pada kesempatanku kali ini. Ku rangkai dengan peluh, ku rangkai dengan deras darah dalam nadi di jariku dan gemetar yang hebat. Karena ku takut kamu marah dan tersinggung saat membaca ini.
Begini, teman.
Aku tak memiliki banyak peluang dalam kehidupan untuk mengirimmu surat. Bahkan sebuah belanga tak cukup ketika kujejalkan surat untukmu karena telah penuh dengan surat untuk temanku yang lain, karena aku telah lupa akan dirimu kala itu.
Kamu, temanku.
Yang pernah menangkapku ketika aku benar-benar jatuh di tanah. Aku ingat sekali, aku takut untuk turun sehingga aku lompat begitu saja dan pasrah kepadamu. Dan kamu benar-benar mengambil kepasrahkanku dan menggantinya dengan kepercayaan. Terima kasih.
Kamu, temanku.
Yang pernah mengorbankan ribuan waktu hanya untuk kau tukarkan dengan mendengarkan canda tawa ku atau sekedar menghapus peluh dahaga bersamaku. Terima kasih.
Kamu, temanku.
Yang menguras pikiran dan kekuatan ketika aku memberontak, ketika aku berteriak dalam kegelapan, ketika aku menangis. Hanya untuk mendengar kata "aku memaafkanmu" dariku. Terima kasih.
Kamu, temanku.
Yang pernah mendorongku ke dalam lubang hitam. Kemudian menarikku kembali dari lubang itu. Dan seperti putaran film, kini aku hampir kembali ke lubang itu. Namun aku percaya kamu telah memotong bagian paling pedih dari film ini dan menggantinya dengan akhir bahagia hanya untukku. Terima kasih.
Begitu kiranya rentetan terima kasihku untukmu. Aku tidak marah, temanku. Hanya karena sekarang kita tidak lagi seperti dulu. Aku percaya, apa yang telah kau ganti pada bagian akhir film adalah yang terbaik dan aku sangat menyukainya. Terima kasih dan sampai jumpa, temanku.
Salamku Untukmu
Yang Pasti Kau Ketahui
No comments:
Post a Comment