Sebuah lagu dapat membawa beribu kenangan seperti badai lalat
"When I realized that I love you so much
That sometimes I cry, but I cant tell you why why I feel what I feel inside..." - In a Rush by Blackstreet.
That sometimes I cry, but I cant tell you why why I feel what I feel inside..." - In a Rush by Blackstreet.
Secuplik lirik awal lagu In a Rush yang lumayan famous pada zamannya tahun 2009 an kembali terlintas di telingaku.
Lagu ini ku kenal tahun 2011 dan pada waktu itu aku sangat menyukai lagu ini.
Lagu ini ku kenal tahun 2011 dan pada waktu itu aku sangat menyukai lagu ini.
Pertamanya dikenalkan oleh somebody that i used to know. Dia bilang itu lagu kesukaannya sampai ia tulis liriknya di catatan Facebooknya.
Hampir tiap hari kuputar lagunya, sebenarnya tidak sekadar karena menyukai lagunya tapi karena aku juga teringat dia yang memperkenalkannya padaku saat itu yang pernah menghilang dua tahun dan kembali tiba-tiba.
Tapi karena suatu waktu yang menyedihkan terpaksa kuhapus lagu itu, ku harap selama-lamanya aku tak akan mendengarnya lagi.
Hingga pada suatu ketika di tahun 2015 ini aku dipertemukan lagi dengan orang yang memperkenalkan sekaligus dengan lagu itu.
Aku harap kali ini benar-benar hanya sekelebat kenangan yang lewat saja.
Aku harap kali ini benar-benar hanya sekelebat kenangan yang lewat saja.
Karena kita sudah bahagia dengan jalan yang berbeda. Mungkin suatu saat kita akan bertemu lagi dengan alunan lagu itu dan bisa saling bertegur sapa yang akan menghantarkan kita pada pertemanan.
Ya aku harap begitu
Untuk seseorang yang tak akan pernah membaca postingan ini atau pun dia yang pernah membuatku untuk menciptakan keputusan besar dengan penuh resiko akan datang banyak air mata dan yaah kamu berhasil membuatnya. Jika suatu hari Ia membawamu datang ke blogku, aku cuma ingin bilang aku berhasil melewati keputusanku karena dirimu dan ini kurang lima bulan lagi hingga batas akhirnya. Dan terakhir.
Hai.
Hai.
No comments:
Post a Comment