Thursday, April 16, 2015

Trust.

Trust.
"Takes year to build, seconds to break and forever to repair..."

Aku hanya manusia biasa. Yang tidak punya andil banyak untuk merubah sesuatu apalagi menciptakan hal baru.

Aku juga hanya manusia biasa. Yang biasa menikmati pemberian yang sebelumnya sempat diolah. Karena manusia biasa hanya membuatnya lebih mudah.

Aku manusia biasa. Ketika sesuatu yang rusak, aku tidak bisa memperbaikinya. Sebenarnya bisa, sejauh itu adalah ciptaan manusia.

Kembali kepada trust.
Anggap itu adalah kata benda agar membuatnya tampak lebih mudah. Kemudian anggap benda ini terbuat dari kaca yang halus, bersinar, dan berharga karena hanya ada satu di dunia.

Kemudian suatu hari... dengan singkat cerita...
Kaca ini jatuh.
Pecah.
Hingga tamatlah riwayat kaca ini.
Yang berharga, mahal, dan indah hilang sudah. Yang tersisa hanya remahan kaca yang tak berharga lagi.

Sangat disayangkan bukan. Namun sudah dikatakan diawal manusia biasa tak bisa merubah keadaan kaca itu, tak bisa membuat yang baru.
Dan hanya berharap akan ada yang baru, entah turun dari langit atau muncul dari dasar tanah. Atau mungkin sebuah plester dapat menyambungkan serpihannya lagi dengan sempurna.

Aku harap begitu.
Karena aku selalu berharap dapat mendapatkan kaca baru itu lagi suatu hari nanti.
Aku harap begitu.
Untuk tidak menunggu sepanjang hidupku untuk kaca ini.

Karena aku menginginkannya sekarang. Untukmu.

No comments:

Post a Comment